Angling Dharma Ada di Pati
Oleh: Ahmad Zahid Ali*
Siapa yang tak tahu sosok Angling Dharma? Beliau
adalah seorang tokoh legenda dalam tradisi Jawa,
yang dianggap sebagai titisan Batara Wisnu. Apalagi sejak film Angling Dharma
ditayangkan di salah satu televisi swasta, Indosiar. Masyarakat luas menjadi
lebih kenal beliau sebagai sosok raja di kerajaan Mlowopati. Salah satu
keistimewaan beliau adalah kemampuannya untuk mengetahui bahasa segala jenis
binatang. Selain itu, ia juga disebut sebagai keturunan Arjuna, seorang tokoh utama dalam kisah Mahabharata. Beliau bersama patihnya, Batik
Madrim mampu menjadikan Mlowopati menjadi besar dengan memenangi beberapa
peperangan penting.
Selain itu beliau juga dikenal
sebagai seorang raja yang arif dan bijaksana juga tersohor bisa menundukan
bangsa jin.Tersohor juga dengan berbagai macam benda pusaka peninggalanya
seperti : Keris Polang Geni, Panah Pasopati, dan lain sebagainya.
Akan tetapi siapa yang tahu bahwa makam
dan beberapa peninggalan penting dari Prabu Angling Dharmo berada di kota Pati
Jawa Tengah, tepatnya di desa Mlawat (Mlowopati) kecamatan Sukolilo. Kalau dari
desa saya, kira-kira berjarak 15 Km-an. Selain itu, di sana juga terdapat makam
sang Patih, Batik Madrim. Terdapat juga gua yang sangat dalam yaitu gua Eyang
Pikulun Naga Raja Guru Prabu Angling Darma juga tempat pemandian yang sampai
sekarang masih di sakralkan oleh penduduk setempat. Dan desa Mlawat sampai
sekarang masih menjadi salah satu objek wisata sebagai peninggalan bersejarah
yang kerap dikunjungi wisatawan.
Tapi sungguh perihal ini, sepertinya
sangat perlu diadakan penelitian lebih lanjut dan kemudian menjadi bagian
kekayaan sejarah Indonesia karena semua tertuliskan dan didukung data-data yang
valid. Selama ini tentang keberadaan makam Prabu Angling Dharma masih simpang
siur karena hanya bersifat sejarah dari mulut ke mulut. Mungkin jika Anda
adalah warga Bojonegoro akan menolak dengan keras dan bersikukuh mengatakan
bahwa makam Prabu Angling Dharma berada di Bojonegoro. Jika tidak demikian,
sebutan “Laskar Angling Dharma” sebagai warga Bojonegoro mungkin akan ditarik
kembali.
| Salah satu adegan di film Angling Dharma |
Dari beberapa literatur yang saya baca,
memang Prabu Angling Dharma pernah bersinggah di Bojonegoro saat mengalami masa
hukuman dan kutukan menjadi burung Belibis. Beliau dihukum oleh Dewi Uma dan
Dewi Ratih karena melanggar janji sendiri untuk tidak menikah lagi sebagai
wujud cintanya kepada Dewi Setyowati yang mati bunuh diri. Dianggap melanggar
janji saat Dewi Uma dan Dewi Ratih menguji keteguhan janji itu dengan cara
menyamar menjadi nenek-nenek dan gadis cantik menyerupai Dewi Setyowati. Dan
runtuhlahlah iman sang Prabu. Kemudian beliau dikutuk kedua kalinya oleh
seorang putri raksasa yang cantik dan pemakan manusia sebagai burung Belibis.
Dan pada perjalanan selanjutnya sampailah beliau di Wonosari, Bojonegoro dan
kisah selanjutnya beliau memperistri Dewi Srenggono, Trusilo, dan Mayangkusuno
dan kemudian mempunyai beberapa putra.
Dan hal terpenting yang perlu dicatat
adalah sang Prabu pernah kembali ke kerajaan Mlowopati beserta istri dan
putranya karena saat itu Mlowopati diserang Raja Raksana Pancadnyono. Dan atas
kembalinya sang Raja Mlowopati, dimenangilah peperangan itu walaupun Batik
Madrim dan pasukanya sempat kwalahan.
Akan tetapi belum diketahui secara
pasti apakah sang Prabu menetap di Mlowopati sampai akhir hayat atau tidak.
Sehingga sampai saat ini masih menjadi perdebatan yang panjang perihal letak
makam Prabu Angling Dharma.
Selain di Bojonegro, tak sedikit yang
menganggap bahwa makam Angling Dharma terdapat di tanah Sunda beserta
kerajaanya. Dan lebih menarik lagi oleh beberapa orang juga disebutkan Angling
Dharma pernah di Temanggung (lereng Gunung Sumbing), tepatnya di daerah Kedu,
arah ke Parakan.
Ah, sepertinya memang sangat dibutuhkan
penelitian untuk mengetahui kebenaran dari letak makam Prabu Angling Dharma
beserta kerajaanya. Walaupun begitu, saya masih meyakini bahwa makam Prabu
Angling Dharma berada di desa Mlawat, kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pat,
Jateng. Selain memang di sana sudah menjadi tempat wisata yang bayak wisatawan
berkunjung, di sana juga terdapat Sendang Nogorojo dan Sendang Nogogini
(Nogogini adalah istri dari Naga Pertala, sahabat Angling Dharma).
Jika Anda suatu saat melewati Pati,
cobalah bersinggah sebentar dan menengok makam di Sukolilo. Tentang
kebenaranya, wallohua`lam. Semoga bermanfaat.
*Adalah staf pengajar di Al-Nahdlah
**B isa dilihat juga di: http://sejarah.kompasiana.com/2011/02/02/prabu-angling-dharma-ada-di-pati-337349.html

0 comments: